Tujuan Filsafat Pendidikan Islam dan Kesimpulannya

Pendidikan dalam konteks Islam dianggap sebagai proses yang melibatkan seseorang untuk menggunakan dimensi rasional, spiritual, dan sosial. Sebagaimana yang diungkap oleh Al-Attas, arah pertumbuhan pribadi seseorang yang baik dan seimbang harus dilakukan secara komprehensif dan melalui pendekatan terpadu dengan pelatihan semangat, intelektualitas, rasionalistas, perasaan, dan panca indera seorang manusia.

Tujuan Pendidikan Islam Secara Umum

Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah membuat orang dapat hidup sebagaimana Nabi Muhammad hidup. Nasr mengatakan bahwa pendidikan tidak mempersiapkan manusia untuk bahagia dalam hidup ini, tujuan utamanya adalah sesuatu yang permanen dan semua pendidikan untuk dunia yang kekal abadi.

Menurut Islam, memastikan kebenaran hanya melalui akal saja merupakan hal yang terlarang karena realitas rohani dan jasmani adalah dua sisi dari lingkup yang sama. Singkatnya, pendidikan dalam Islam dapat dibagi dua, yaitu:

  1. Sebagai cara memperoleh pengetahuan intelektual melalui penerapan nalar dan logika
  2. Sebagai cara mengembangkan pengetahuan spiritual yang berasal dari wahyu ilahi dan pengalaman spiritual.

Tujuan Pendidikan Islam Menurut Abdullah

Filsafat pendidikan Islam memiliki tiga jenis yang berbeda dari segi tujuan pendidikan. Menurut Abdullah, Secara umum tujuan pendidikan Islam dibagi menjadi tiga:

  1. Bertujuan Fisik (ahdaf jismiyyah);
  2. Bertujuan Rohani (ahdaf ruhiyyah), dan
  3. Bertujuan Mental (ahdaf Âaqliyyah).

Sekali lagi, menurut Abdullah (1982), pada dasarnya tujuan di atas dijalani secara bersamaan dengan penuh perhatian untuk memastikan bahwa hasil pendidikan tidak hanya dalam tujuan Platonis yang merupakan hasrat dalam tubuh, melainkan dalam kepribadian secara menyeluruh berdasarkan pada Al-Qur'an dan moralitasnya karena seseorang yang benar-benar menerima pesan Islam harus menerima semua cita-cita yang terkandung dalam Al-Qur'an.

Tujuan Pendidikan Islam Menurut Reagan

Untuk itu, tujuan pendidikan Islam menurut Reagan adalah sebagai berikut:

  1. Harus mementingkan pengembangan karakteristik yang unik sebagai makhluk individu agar dapat beradaptasi dengan standar masyarakat yang memiliki cita-cita Islami;
  2. Harus realistis dan idealis. Dengan kata lain, pendidikan Islam harus memperhitungkan kebutuhan biologis, tetapi juga harus bertahan terhadap godaan, di sinilah letak idealisnya.
  3. Karena Quran dan idealismenya yang abadi dan tidak berubah, begitu juga ide-ide pendidikan haruslah didasarkan pada Quran sebagai hal abadi dan tidak berubah. Oleh karenanya, tujuan filsafat pendidikan Islam juga bersifat universal pada alam semesta;
  4. Harus memperhatikan persiapan untuk kehidupan ini dan persiapan untuk kehidupan di akhirat kelak, dan
  5. Harus dituangkan dalam perilaku yang dapat diamati dan pantas.

Kesimpulan Tujuan Pendidikan dalam Islam

Secara singkat, tujuan pendidikan dalam Islam adalah untuk mengembangkan seseorang secara intelektual, spiritual, dan emosional yang membawa manusia lebih dekat kepada Pencipta-nya dan membawa manusia menjadi makhluk sosial yang bertanggung jawab. Berdasarkan tujuan pendidikan Islam yang telah disebutkan di atas, pendidikan haruslah menghasilkan muslim dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Bermoral secara individu dan dapat bertanggung jawab terhadap Sang Pencipta dan untuk semua ciptaan-Nya;
  • Mempelajari sesuatu dengan takwa, memantau perkembangan diri (muraqabah) dan teliti;
  • Aktif, bertanggung jawab, dan berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat dan bangsa sebagai masyarakat suatu bangsa dan masyarakat gloval;
  • Mampu menjelaskan dan berkomunikasi dengan orang lain melalui ajaran Islam dengan cara yang informatif dan logis, dan
  • Berlatih untuk menjadi Muslim yang berkomitmen dalam perbaikan kehidupan manusia.

Daftar Pustaka:

  • http://kheru2006.webs.com/7islamic_education.htm