5 Persoalan Dalam Ranah Filsafat Pendidikan

Tentu kita ketahui bahwa banyak persoalan yang terdapat dalam pendidikan. Persoalan tersebut tidak semuanya dapat dijawab dengan jawaban ilmiah seperti halnya pemilihan tanggal untuk ujian, melainkan lebih rumit dari itu dan memerlukan tinjauan filosofis dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.

1. Apakah pendidikan itu bermanfaat? Apakah pendidikan dapat berguna dalam membangun kepribadian manusia atau tidak? Apakah potensi hereditas yang menentukan kepribadian seorang manusia ataukah faktor luar (lingkungan dan pendidikan)? Mengapa anak yang potensi hereditasnya relatif baik, tanpa pendidikan dan lingkungan yang baik tidak mencapai perkembangan kepribadian sebagaimana diharapkan. Sebaliknya, mengapa seorang anak yang abnormal, potensi hereditasnya relatif rendah, meskipun dididik dengan positif dan lingkungan yang baik, tak akan berkembang normal.

2. Apakah sesungguhnya tujuan pendidikan? Apakah pendidikan hanya untuk individu sendiri, atau untuk kepentingan sosial? Apakah pendidikan itu dipusatkan bagi pembinaan manusia pribadi, ataukah masyarakatnya? Apakah pembinaan pribadi manusia itu demi hidup yang riil dalam masyarakat dan dunia ini ataukah bagi kehidupan akhirat yang kekal?

3. Apakah hakikat masyarakat itu dan bagaimana kedudukan individu dalam masyarakat? Apakah pribadi itu indipenden ataukah dependen di dalam masyarakat? Apakah hakikat pribadi manusia itu? Manakah yang utama yang sesungguhnya baik untuk didikan bagi manusia itu apakah ilmu, intelek, akal, kemauan, atau perasaan (akal, karsa, dan rasa)? Apakah pendidikan jasmani atau rohani dan moral yang lebih utama? Atau pendidikan praktis, jasmani yang sehat atau semuanya?

4. Apakah pendidikan (curriculum) yang diutamakan harus relevan dengan pembinaan kepribadian sehingga cocok dalam menduduki suatu jabatan dalam masyarakat? Apakah curriculum yang luas dengan konsekuensi kurang intensif ataukah dengan kurikulum yang terbatas, tetapi intensif penguasaannya sehingga praktis?

5. Bagaimana asas penyelenggaraan pendidikan yang baik? Apakah sentralisasi, desentralisasi dan otonomi? Dilakukan oleh negara atau swasta? Apakah dengan kepemimpinan yang instruktif atau secara demokratif? (Prasetya, 2002:38-39)

Masing-masing pokok di atas memiliki banyak pertanyaan filosofis yang membuntutinya. Seperti layaknya filsafat, filsafat pendidikan memiliki pertanyaan-pertanyaan demikian. Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu berguna dalam mengambil keputusan yang aplikatif dalam ranah pendidikan praktis.