Aliran Filsafat Pendidikan Liberalisme

Dua di antara sekian banyak pendukung paham liberalisme adalah Maria Montessori dan John Dewey. Mereka meyakini bahwa kebenaran sifatnya terbuka, bisa dicari oleh siapa saja selama kebenaran tersebut diperoleh dengan cara yang rasional, empiris, dan eksperimental. Oleh karenanya, tidak salah bahwa aliran filsafat pendidikan liberalisme merupakan turunan dari salah satu paham dasar filsafat yaitu empirisme.

Dalam aliran liberalisme, semua bertujuan untuk mengedepankan kebebasan individual dan memaksimalkan potensi manusia. Oleh karenanya, berbagai penemuan, perubahan, dan pembaharuan yang sifatnya membangun sangat didukung oleh liberalisme. Tujuan dari liberalisme yaitu memperbaiki keadaan sosial yang rusak dan memajukan keadaan sosial yang stagnan dengan menemukan solusi dan penyelesaiannya secara mandiri.

Foto paulo freire

Paulo Freire

Liberalisme tentu saja menekankan pada hak seorang manusia dan juga human oriented. Segalanya demi manusia. Oleh karena itu pendidikan juga harus dapat memperbaiki kualitas manusia. Sejalan dengan itu, demokrasi juga harus berdiri dengan kuat dan berkesinambungan. Kita juga tahu bahwa demokrasi merupakan turunan dari liberalisme.

Secara aplikatif aliran ini mengharuskan sekolah memotivasi dan mendukung para siswa agar mereka belajar sendiri (student centered learning). Namun, bukan berarti para siswa terus belajar sendiri melainkan juga ditanggapi segala kebutuhannya. Salah satu tokoh liberalisme pendidikan yang terkenal adalah Paulo Freire.