Aliran Filsafat Pendidikan Fundamentalisme

Kali ini aliran filsafat pendidikan fundamentalisme menjadi pokok bahasan kita. Aliran fundamentalisme, seperti namanya, sudah dapat dipastikan memiliki nilai-nilai lama, dan ortodoks yang harus dipatuhi. Ini menjadikan fundamentalisme sebagai aliran yang juga bersifat konservatif. Pendidikan harus diturunkan sesuai nilai-nilai lama yang berlaku sebagai acuan moral dalam membangun individu dan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan nilai-nilai lama dalam masyarakat.

Tentu saja aliran filsafat pendidikan fundamentalisme terdengar kuno. Mendengar kata fundamentalisme saja kita sudah bisa mengira bahwa dalam prakteknya siswa diharuskan mendengar apa kata guru, belajar textbook oriented, banyak hapalan ketimbang pengembangan kreativitas, dan cara-cara baku lainnya. Sejalan dengan semua itu, seperti di Indonesia sebelum tahun 2000 misalnya, guru adalah center of learning semua apa kata guru. Jadi, aliran fundamentalisme menekankan kepada peran guru ketimbang siswa.

Sampai sekarang tentu peran pendidikan fundamentalisme seperti yang sudah dijelaskan di atas masih terpakai di Indonesia. Banyak daerah di Indonesia ini yang belum terjangkau pendidikan. Siswa didik harus dididik secara fundamental terlebih dahulu. Dibimbing agar paham nilai-nilai kebangsaan, tentang etika, dan etiket. Setelah itu barulah diterapkan pendidikan yang memacu kreativitas siswa.