Aliran Filsafat Pendidikan Anarkisme

Sesuai dengan namanya, anarkisme, aliran filsafat pendidikan yang satu ini tidak akan jauh-jauh dari kebebasan yang sangat fundamental. Anarkisme itu sendiri secara mudah dapat dipahami sebagai lawan dari kata authority. Itulah mengapa sebelumnya kami katakan kebebasan. Anarkisme melawan segala pengekangan terhadap kebebasan manusia yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi yang terdapat dalam diri manusia. Memang dengan kata "kebebasan" timbul pertanyaan apakah aliran filsafat pendidikan anarkisme memiliki perbedaan dengan aliran filsafat pendidikan liberalisme? Di sini letak anarkisme lebih menakutkan dalam pendidikan jika dibandingkan dengan pendidikan zaman modern seperti sekarang ini karena menurut paham tersebut pendidikan bertujuan untuk membawa perubahan yang bersifat massive dengan cara menghilangkan wajib sekolah pada masyarakat.

Paul Goodman Picture

Paul Goodman

Sekolah secara mandiri dan sukarela adalah penekanan aliran filsafat pendidikan anarkisme. Oleh karena itu, sistem wajib sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dihapuskan. Lalu apa yang bisa dilakukan demi menduduk aliran filsafat pendidikan semacam ini? Haruslah ada akses bebas dalam memperoleh materi pendidikan yang dapat dinikmati oleh siapa saja.

Orang bebas menentukan apakah ia ingin belajar, bagaimana belajarnya, metode apa yang digunakan, dan apa yang ingin dipelajari tanpa ada larangan sedikit pun. Oleh karena itu, siswa atau siapa pun yang belajar boleh menentukan cara belajar yang sesuai dengan keinginannya.

Dua di antara para pendukung aliran filsafat pendidikan adalah Ivan Illich yang mengarang buku Deschooling Society dan Paul Goodman yang mengarang buku Growing Up Absurd: Problems of Youth in the Organized Society.